Amber Canvas

Volkswagen Berencana PHK 100.000 Karyawan, 4 Pabrik Terancam Tutup

Waktu: 2026-07-29 16:33:38Sumber: Amber CanvasKategori: Hiburan

Volkswagendok.Carscoops Volkswagen

Volkswagen saat ini menghadapi berbagai tekanan, mulai dari penurunan laba, tarif impor Amerika Serikat (AS) yang membebani miliaran euro, hingga persaingan yang semakin ketat dengan produsen otomotif China.

Di sisi lain, perusahaan juga dituntut meningkatkan efisiensi operasional pabrik-pabriknya di Jerman.

Dalam memo tersebut, Blume menjelaskan biaya operasional Volkswagen masih sekitar 20 persen lebih tinggi dibandingkan para pesaingnya. Oleh karena itu, perusahaan sedang menghitung berbagai opsi penghematan, termasuk kemungkinan pengurangan sekitar 50.000 posisi tambahan.

"Saat ini kami sedang mengevaluasi di seluruh merek, perusahaan, dan wilayah mengenai berapa banyak penyesuaian yang benar-benar diperlukan dan memungkinkan untuk dilakukan," tulis Blume dalam memo tersebut.

Apabila rencana itu terealisasi, total pengurangan tenaga kerja Volkswagen dapat mencapai sekitar 100.000 orang.

Angka tersebut akan menjadi salah satu restrukturisasi terbesar dalam sejarah industri otomotif global. Sebagai perbandingan, General Motors memangkas sekitar 50.000 pekerja saat mengajukan kebangkrutan pada 2009.

Ilustrasi pabrik mobilwww.caradvice.com.au Ilustrasi pabrik mobil

Restrukturisasi belum selesai

Volkswagen saat ini belum memberikan tanggapan atas berbagai laporan yang menyebut perusahaan akan memangkas hingga 100.000 tenaga kerja.

Dalam pernyataan resminya usai rapat dengan para pemangku kepentingan, perusahaan hanya menyampaikan rencana pengurangan kapasitas produksi serta penyederhanaan portofolio model kendaraan.

Jumlah model yang diproduksi bahkan direncanakan berkurang hingga sekitar separuh dari portofolio saat ini.

"Tentu saja dapat dipahami bahwa belum semuanya direncanakan hingga ke rincian terakhir, dan masih ada sejumlah persoalan yang perlu dibahas serta dievaluasi lebih lanjut," katanya.

"Masih akan ada lebih banyak pertemuan di mana kita akan bekerja keras untuk menemukan solusi terbaik," ujar Blume.